Judul : Serigala Penyendiri
Genre : Action, Remaja
Cerita di mulai dengan
memperlihatkan langit yang cerah dengan awan-awan putih nan indah di atas sana,
di suatu sekolah yang berada di sudut kota besar, sekolah tersebut terkenal yang
katanya di huni oleh para remaja berandalan, para remaja yang telah di buang
oleh sekolah lain dan berakhir di tempat itu.
Di depan papan
pengumuman, kita bisa melihat sosok yang memiliki badan tinggi dan besar yang
mengenakan hoodi sedang memperhatikan papan pengumuman, ini kali pertama nya
dia terlihat di sekolah tersebut, karena dia merupakan pelajar pindahan dari
tempat lain yang jauh, sebut saja namanya Ridwan untuk mempermudah mengingat
sosoknya yang tinggi dan besar , sosok
yang menakutkan.
Ridwan memperhatikan
papan pengumuman, melihat lihat daftar nama pelajar yang terpampang disana, raut
wajahnya datar tak menunjukkan expresi
apapun, tenang dan damai, namun tak berselang lama, ada seseorang yang
meneriakinya “Woy minggir, kau
menghalangi pandangan bangsat”, orang itu merupakan berandalan sekolah,
badannya sedikit lebih pendek dari Ridwan, saking pendeknya di hadapan Ridwan,
dia sampai mendongakkan wajah untuk menatap Ridwan yang membalikkan badan dan
berhadapan langsung dengannya.
Meskipun dia pendek,
tapi nyalinya tak ada tanda gentar di hadapan Ridwan yang badannya jauh lebih
tinggi dan juga besar, sebut saja nama berandalan itu Eki, atau lebih di kenal
dengan julukan si tinju petir.
“Siapa
kau, aku belum pernah melihatmu sebelumnya, apa kau murid pindahan HAH?” Ucap
Eki dengan nada meng intimidasi
dari depan toilet, jauh
dari tempat mereka berdua berada, ada pelajar lain dengan badan yang besar dan
beberapa pelajar lainnya memperhatikan Eki yang mendekati murid baru pindahan
itu (Ridwan).
Namun Ridwan tak
menjawab dan hanya menatap dengan tatapan biasa saja, kemudian dia beranjak
pergi melalui Eki tanpa sepata kata pun, Eki terdiam, dia terlihat kesal
terlihat di wajahnya yang menunjukkan emosi, Eki berbalik kemudian meraih bahu
Ridwan yang tinggi, memalingkan badan Ridwan dan langsung memukul keras perut
Ridwan dengan tinjunya yang membuat Ridwan membungkuk.
‘WUIIISSSS”
“Pasti
sakit tuh”
“Mampus
dah”
“Hahaha”
“Nyali
si tinju petir memang luar biasa, dia benar-benar merepotkan”
Ucap pelajar yang
memperhatikan dari depan toilet sembari nyebat, pelajar dengan badan tinggi
besar yang bersama mereka hanya tersenyum sinis.
Ridwan membungkuk
sembari memagang perutnya setelah di tinju oleh Eki dengan keras.
“Mampus
kau goblok, belum tahu kau, aku lah penguasa di sekolah ini, julukanku si tinju
petir, jangan pikir meski kau memiliki badan yang lebih besar dari ku, kau mau
sok dan mengabaikanku hah” Ucap Eki dengan percaya dirinya
mengintimidasi Ridwan yang masih membungkuk memegangi pertunya.
Ridwan yang masih
tertunduk memegangi perutnya, kemudian dia menatap Eki, terlihat expresi
kesakitan, lalu dia kembali berdiri tegap, menatap Eki dengan tatapan seperti
tidak terjadi apa-apa, kemudian Ridwan membuka hoodi yang menutupi kepalanya,
terlihat rambut Ridwan pendek, tanpa berbicara Ridan menerjang Eki yang berdiri
di hadapannya sampai Eki terpental ke belakang, pelajar lain yang sejak tadi
memperhatikan, terkejud dengan tindakan murid pindahan tersebut yang berani
melawan Eki.
Tak selesai sampai di
situ Eki yang terpental ke belakang dan terjatuh ke tanah, dia langsung bangkit
dengan barbarnya sembari berucap “BRENGSEEKKK”
sembari langsung berbalik badan menghadap Ridwan, akan tetapi Ridwan sudah berdiri
di hadapannya dan langsung memberikan pukulan dengan hantaman yang cukup keras
ke wajah sebelah kiri Eki, yang membuatnya tertidur seketika di tanah GEDEBUK.
“Ouuuuuhhhhhhhwwwww”
Ucap heboh para pelajar yang sedari tadi menyaksikan perkelahian singkat
tersebut.
Namun
berbeda dengan pelajar yang tinggi besar yang bersama mereka, dia menunjukkan
expresi terkejut dan memperhatikan Ridwan dengan serius.
Setelah
membuat Eki tertidur di tanah, Ridwan beranjak pergi begitu saja meninggalkan
Eki yang terlelap.